Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi destination branding Gunung Sewu Global Geopark dalam membangun brand image sebagai kawasan warisan dunia UNESCO. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan konsep destination branding Morgan, Pritchard, dan Pride (2004) yang terdiri dari lima tahapan, yaitu market analysis, brand identity development, brand launch and introduction, brand implementation, serta monitoring and evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Sewu Global Geopark telah menerapkan kelima tahapan tersebut melalui pengembangan identitas destinasi, promosi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, implementasi branding masih menghadapi kendala berupa pemanfaatan media digital yang belum optimal, ketimpangan kunjungan antar geosite, serta rendahnya pemahaman wisatawan mengenai konsep geopark. Selain itu, proses revalidasi UNESCO sejak tahun 2023 menjadi momentum penting dalam memperkuat branding dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan destination branding ditentukan oleh konsistensi identitas, komunikasi yang efektif, serta kolaborasi para pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026