Sebagai suatu kota, perwujudan âkota lama âkota yang sudah tumbuh dan berkembangâ dengan kota baru âkota yang direncanakan dan dibangun baru secara utuh dan lengkap â pada hakekatnya sama saja. Keduanya mempunyai batasan dan pematakan yang sama (Von Hertzen, Spreiregen, 1978).Namun demikian, sejak awal dikembangkannya kota baru, maka dari segi istilah, kriteria, pola kehidupan serta dampak sosial-budaya, sosialâekonomi dan tisiogralis, kota baru ditampilkan sebagai wujud tersendiri yang mempunyai pengertian, batasan serta perwatakan yang dibedakan dengan kota lama.Kenyataan itu dapat dibuktikan dengan luas dan berkembangnya wawasan serta sorotan terhadap masalah, tata laku dan peri kehidupan âkota baru sebagai wujud wadah kehidupan perkotaan yang sejak pemikiran pengembangannya, erencanaannya, pengisian dan perkembangannya kemudian mempunyai ciriâciri tersendiri. Wawasan ter adap pengertian, batasan serta perwatakan kota baru yang dikemukakan para pakar mencakup kota-kota baru yang direncanakan dan dikembangkan sejak masa silam, khususnya sejak kebangkitan peradaban budaya Masa Yunani Kuno (Gideon Golany 1976).Wawasan selanjutnya yang berkaitan erat dengan pertumbuhan kotaâkota baru modern selalu dikaitkan dengan konsep pemikiran kota baru yang dikembangkan sejak dikenalnya iilsafat perencanaan modern yang dimulai akhir abad ke 19, yaitu sejak dicetuskannya konsepsi Garden City oleh Ebenezer Howard di inggris (A.C. Duff, 1964).Sebagai suatu konsepsi, kota baru kemudian dianggap merupakan salah satu cara dalam pemecahan masalah perumahan dan permukiman kota. Konsepsi dasar mengenai kota baru yang pada awalnya dikembangkan di inggns tersebut telah berkembang menjadi landasan pemikiran konsepsual untuk memecahkan masalah perumahan dan permukiman kota di belahan bumi lainnya.Demikian spesifik dan tipikainya perilaku kota baru ini, sehingga pengertian, batasan dan perwatakannya telah mengalami perkembangan yang tipikal untuk setiap negara. Berbagai literatur memberikan wawasan yang seolah bersifat khas dari berbagai sudut pandang (ond Rodwin, 1964," Jorge E. Hardoy, 1964; William A. Robson, 1964; Peter Hall, 1980).Secara geografis misalnya, dikenal wawasan tipikal tentan Kota Baru lnggns (Britains New Towns); Kota Baru Amerika (American New Towns); Kota Baru Eropa( uropean New owns), bahkan juga berkembang wawasan mengenai kota baru di negara dunia kati a, seperti Latin American New Towns; African New Towns dan Asian New Towns. Secara subtantif, oia baru mempunyai watak yang tipikal dalam segi kehidupan perekonomian, sosial-budaya serta perwatakan pola fisiknya (Boleslaw Malisz, 1970; Athens Technological institute, 1965).Di indonesia, konsepsi kota baru juga dikenal meski relatif baru diperkenalkan sejak awal penerapan rkonsepsi perencanaan kota modernâ sekitar awal abad ke 20. Penerapan konsepsi kota baru modem yang n ata baru dimulai sekitar dekade 1950-an, se erti Kota Baru Kebayoran di sebelah selatan Jakarta atau ola Baru Banjarbaru di sebelah tenggara anjarmasin atau Kota Baru Palangkaraya di Kalimantan Tengah.Konsepsi kota baru sampai saat ini telah mengalami perkembangan di negara kita, sebagai salah satu acara dalam mengupayakan pemecahan masalah perumahan dan permukiman kota (Repelita IV, 1983-1988).Pemikiran yang kelak akan menjadi dasar pengembangan pola "kota baru di indonesia merupakanâtantanganâ yang sangat esensial, Untuk memperoleh rentang wawasan kota baru, maka pengenalan dan pemahaman tentang pengertian, batasan dan pematakan kota baru akan menjadi landasan dalam upaya pengembangan kotaâkota baru di Indonesia.
Copyrights © 1993