Permasalahan sampah masih menjadi isu besar di Indonesia, di mana masyarakat masih banyak mengelola sampah dengan cara dibakar, dibuang, atau ditumpuk di lahan terbuka. Praktik ini menimbulkan pencemaran udara dan risiko kesehatan seperti ISPA. Dusun Senowo, Bantul, menghadapi permasalahan serupa karena sebagian besar warga membakar sampah rumah tangga akibat minimnya pengetahuan tentang pemilahan dan daur ulang. Program REGAL (Recycle Galon for Compost and POC) hadir sebagai solusi dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah pengomposan sederhana. Tujuan kegiatan ini adalah mengurangi praktik pembakaran, meningkatkan kesadaran pemilahan sampah, serta menghasilkan kompos dan pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi warga. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 49 ibu-ibu PKK RT 19 dan RT 20. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi bahaya sampah, demonstrasi pembuatan REGAL, serta praktik langsung pengolahan kompos dan POC. Hasil menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat, peningkatan pengetahuan tentang bahaya pembakaran, serta keterampilan baru dalam membuat REGAL. Sebelum kegiatan, sampah organik sering dibakar, sedangkan setelah kegiatan warga mulai memilah dan mengolah sampah menjadi kompos dan POC. Program ini membuktikan bahwa inovasi sederhana berbasis partisipasi masyarakat dapat meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026