Pendidikan Islam merupakan proses yang terarah dalam membentuk pribadi muslim yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Keberhasilan pendidikan Islam sangat ditentukan oleh pemilihan metode yang tepat dalam proses pembelajaran. Dua tokoh besar yang memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan metode pendidikan Islam adalah Mahmud Yunus dan Hasan Langgulung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran keduanya tentang metode pendidikan Islam, membandingkan perbedaan dan persamaannya, serta menganalisis relevansinya dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahmud Yunus menitikberatkan pada penerapan metode pembelajaran yang praktis, kontekstual, dan membangkitkan motivasi belajar peserta didik, sementara Hasan Langgulung memfokuskan pada landasan filosofis, psikologis, dan spiritual metode pendidikan. Keduanya memiliki kesamaan dalam menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dasar serta memperhatikan fitrah manusia. Pemikiran keduanya relevan dengan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut pendekatan holistik, integratif, dan berbasis karakter.
Copyrights © 2026