Masa remaja adalah fase perkembangan yang sangat rentan terhadap tekanan sosial, terutama di era digital saat ini yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif remaja dalam menghadapi tekanan sosial serta perubahan gaya hidup yang muncul akibat perkembangan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi, khususnya Analisis Fenomenologi Interpretatif (IPA). Informan dipilih secara purposif dengan kriteria remaja berusia 14-19 tahun yang telah aktif menggunakan media sosial selama minimal dua tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, serta kuesioner skala Likert sebagai data pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja mengalami tekanan sosial digital berupa rasa takut ketinggalan (Fear of Missing Out/FoMO), perbandingan sosial, dan ketergantungan pada pengakuan digital. Perubahan gaya hidup yang ditemukan mencakup berkurangnya waktu tidur dan perubahan pola interaksi sosial. Namun, beberapa remaja mampu menyesuaikan diri dengan menerapkan pengaturan diri, berpikir kritis, dan mempertahankan identitas diri mereka.
Copyrights © 2026