Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal Bali melalui satua I Titih teken I Tuma dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan melalui integrasi Problem Based Learning (PBL) dan Value Clarification Technique (VCT) mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Model ini terdiri atas tahapan orientasi melalui kegiatan mesatua, identifikasi masalah, analisis masalah, klarifikasi nilai, pemecahan masalah, dan refleksi. Penerapan model ini berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam aspek analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Selain itu, penggunaan satua sebagai media pembelajaran juga berkontribusi dalam memperkuat pendidikan karakter serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga membangun pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa.
Copyrights © 2026