I Wayan Sujana
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengembangan dan Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Bali melalui Satua I Titih teken I Tuma untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; Ni Ketut Shinta Kumala Dewi; Ni Komang Tria Anindita Mutiara Hati; A.A Istri Purwani Lestari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal Bali melalui satua I Titih teken I Tuma dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan melalui integrasi Problem Based Learning (PBL) dan Value Clarification Technique (VCT) mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Model ini terdiri atas tahapan orientasi melalui kegiatan mesatua, identifikasi masalah, analisis masalah, klarifikasi nilai, pemecahan masalah, dan refleksi. Penerapan model ini berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam aspek analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Selain itu, penggunaan satua sebagai media pembelajaran juga berkontribusi dalam memperkuat pendidikan karakter serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga membangun pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa.
Literasi Nilai Karakter Satua Bali dan Implikasinya bagi Pembelajaran Bahasa Bali Siswa SDN 3 Celuk I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; Raviza Magfira; Ni Putu Vina Widiantari; Yuliana Rahma Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38606

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan literasi budaya dan nilai karakter siswa melalui Satua Bali dalam pembelajaran Bahasa Bali di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan literasi siswa SD Negeri 3 Celuk terhadap nilai tanggung jawab, kerja keras, dan kejujuran dalam tiga Satua Bali serta implikasinya bagi pembelajaran Bahasa Bali. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang didukung data kualitatif dari jawaban terbuka angket. Responden penelitian berjumlah 30 siswa kelas enam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi siswa berada pada kecenderungan positif. Sebanyak 73,3% siswa menyetujui nilai tanggung jawab, 80% menyetujui nilai kerja keras, dan 63,3% menyetujui nilai kejujuran. Lebih lanjut 96,7% siswa bersedia menerapkan nilai karakter, sedangkan 80% mendukung Satua Bali dipelajari di sekolah. Dengan demikian, Satua Bali dapat dimanfaatkan sebagai media literasi budaya dan penguatan karakter dalam pembelajaran Bahasa Bali.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Satua I Lubdaka sebagai Warisan Sastra Bali: Studi Literatur I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; Ni Putu Riska Warsitha Putri; Ni Luh Rai Mita Rachma Putri; Ni Komang Sri Mulianingsih; Ni Luh Putu Mila Rachma Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38607

Abstract

Pendidikan karakter merupakan usaha sadar untuk membantu individu memahami, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai etika inti, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, empati, dan cinta tanah air. Namun, dalam praktiknya, pendidikan karakter belum diterapkan secara optimal karena sering diajarkan hanya melalui instruksi verbal tanpa dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Salah satu upaya penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pemanfaatan kearifan lokal, seperti sastra daerah, salah satunya Satua I Lubdaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satua I Lubdaka mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti religiusitas, kesadaran diri, refleksi moral, perubahan perilaku, tanggung jawab, ketekunan, kesabaran, kemanusiaan, hukum karma, dan kearifan lokal terkait makna Siwaratri. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui perubahan tokoh utama menjadi pribadi yang lebih baik sehingga satua ini berpotensi menjadi media pembelajaran karakter berbasis budaya lokal.
Analisis Satua I Bojog Teken I Kedis Sangsiah dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; Ni Ketut Mas Ayu Marini Putri; Ni Kadek Subening Metia Putri; Gusti Ayu Dhyana Paramita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Satua Bali I Bojog Teken I Sangsiah dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Permasalahan yang diteliti adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi selama kegiatan pembelajaran serta kurangnya penggunaan media kontekstual dan variasi metode pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satua Bali mampu meningkatkan partisipasi siswa, mendukung pemahaman hubungan sebab akibat, dan melatih siswa untuk mengevaluasi tindakan tokoh secara logis. Siswa juga mulai mengungkapkan pendapat dengan alasan yang jelas. Dengan demikian, Satua Bali menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar.
Pengaruh Metode Bercerita Satua Bali Men Sugih Teken Men Tiwas terhadap Peningkatan Sikap Gotong Royong Siswa Sekolah Dasar I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; Ni Putu Raini Dewi Lestari; Ni Putu Raina Cantika Dewi; Ni Ketut Kania Agustini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38650

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap gotong royong siswa kelas IV SD Negeri 18 Sesetan akibat internalisasi nilai karakter yang belum optimal dalam pembelajaran. Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus terhadap 24 siswa, metode bercerita Satua Bali Men Sugih teken Men Tiwas diterapkan untuk meningkatkan sikap kolaboratif tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap tahapan, di mana persentase ketuntasan klasikal melonjak drastis dari 21% pada tahap pratindakan menjadi 92% pada akhir siklus II. Sejalan dengan itu, nilai rata-rata siswa meningkat dari 65 menjadi 92, melampaui target indikator keberhasilan sebesar 80%. Simpulannya, penerapan narasi kearifan lokal ini sangat efektif dalam meningkatkan sikap gotong royong pada mata pelajaran PPKN. Penggunaan cerita rakyat terbukti mampu menyentuh aspek afektif siswa, sehingga berhasil membangun kesadaran sosial, solidaritas, dan kemampuan kolaborasi yang lebih nyata di dalam lingkungan kelas. Inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal ini sekaligus memperkuat identitas serta budi pekerti luhur siswa.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Satua Bali Nang Bangsing Teken I Belog Dewa Ayu Sita Pramaswari; Made Melia Melani; I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Satua Bali “Nang Bangsing Teken I Belog” serta relevansinya dalam kehidupan dan pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap sastra tradisional di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, padahal satua Bali mengandung nilai moral yang penting dalam pembentukan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian berupa teks Satua Bali “Nang Bangsing Teken I Belog”, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satua tersebut terdapat berbagai nilai pendidikan karakter, yaitu kerja keras, tanggung jawab, kepedulian sosial, kejujuran, kecerdikan, dan sikap menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut tergambar melalui tindakan tokoh, dialog, dan peristiwa dalam cerita. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa satua Bali tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media edukatif yang dapat mendukung pembentukan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, Satua Bali “Nang Bangsing Teken I Belog” masih relevan digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai karakter positif kepada generasi muda di era modern.
Analisis Satua Bawang Teken Kesuna dalam Pembelajaran Pendidikan Karakter Siswa SD I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyanada; Ni Kadek Ayu Amelia Putri; Pande Made Dwi Maheswari Buana; Ni Komang Shanti Kusuma Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39202

Abstract

Perkembangan modernisasi dan dominasi media digital menyebabkan keberadaan satua Bali semakin kurang diminati oleh generasi muda, padahal satua Bali mengandung banyak nilai pendidikan karakter yang relevan bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam Satua Bawang Teken Kesuna serta implementasinya dalam pembelajaran pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan satua Bali, pendidikan karakter, dan pembelajaran sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satua Bawang Teken Kesuna mengandung nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian sosial, kesabaran, dan rendah hati. Implementasi satua dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui metode mendongeng, diskusi, dan bermain peran sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, serta mendukung pelestarian budaya lokal Bali.
Analisis Nilai Moral dan Pendidikan Karakter dalam Satua Pan Balang Tamak Ni Ketut Suryani; Ni Made Ari Dwi Prasini; I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39203

Abstract

Satua Bali merupakan salah satu bentuk sastra tradisional yang mengandung nilai moral dan pendidikan karakter yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Namun, minat generasi muda terhadap sastra daerah mulai menurun akibat perkembangan teknologi dan budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dan pendidikan karakter yang terdapat dalam satua Pan Balang Tamak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berupa teks satua Pan Balang Tamak yang dianalisis melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satua tersebut mengandung nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kecerdikan, kepedulian sosial, dan sikap menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui tindakan tokoh dan konflik cerita. Dengan demikian, satua Pan Balang Tamak dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.
Representasi Makna Pendidikan dalam Satua Bali “I Belog Nganten Ajak Bangke” I Wayan Sujana; Ni Putu Diah Agustina Putri; Ni Made Sri Dewi Dharmayanti; I Ketut Wiranata
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39463

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan budaya lokal sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai pendidikan pada peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi makna pendidikan dalam satua Bali I Belog Nganten Ajak Bangke serta implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Bali. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Sangkan Gunung dengan subjek penelitian Ibu Ni Putu Manik Artini S. Pd. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satua ini merepresentasikan pentingnya pendidikan melalui penggambaran tokoh yang mengalami kesalahan akibat kurangnya pengetahuan. Implementasi satua dalam pembelajaran membantu siswa memahami pentingnya belajar secara konkret. Disimpulkan bahwa satua Bali relevan digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana pelestarian budaya lokal.
Analisis Nilai Kerja Keras dalam Satua Bali ‘I Lutung Teken I Kekua’ sebagai Media Pendidikan Karakter Anak I Wayan Sujana; Ida Bagus Yoga Swadnyana; Ni Kadek Della Aryastuti; Gita Magnivicharia Lembut
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39498

Abstract

Kemerosotan nilai moral pada anak menjadikan pendidikan karakter sebagai aspek penting yang perlu diperkuat melalui berbagai media, termasuk sastra tradisional berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kerja keras dalam satua Bali I Lutung Teken I Kekua serta relevansinya sebagai media pendidikan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis. Data diperoleh melalui studi pustaka dan teknik simak-catat terhadap teks satua I Lutung Teken I Kekua, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kerja keras direpresentasikan melalui perilaku tokoh I Kekua yang rajin, tekun, dan bertanggung jawab dalam merawat tanaman, sedangkan tokoh I Lutung menunjukkan sikap malas dan tidak disiplin. Satua ini relevan digunakan sebagai media pendidikan karakter karena menyajikan pesan moral secara kontekstual, sederhana, dan mudah dipahami anak.