Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Satua Bali I Bojog Teken I Sangsiah dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Permasalahan yang diteliti adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi selama kegiatan pembelajaran serta kurangnya penggunaan media kontekstual dan variasi metode pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satua Bali mampu meningkatkan partisipasi siswa, mendukung pemahaman hubungan sebab akibat, dan melatih siswa untuk mengevaluasi tindakan tokoh secara logis. Siswa juga mulai mengungkapkan pendapat dengan alasan yang jelas. Dengan demikian, Satua Bali menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026