Lampu LED telah mengalami kemajuan signifikan dalam hal desain, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan pencahayaan yang hemat energi dan fungsional. Salah satu inovasi dalam desain lampu adalah lampu LED portabel, yang dirancang agar mudah dibawa dan digunakan di berbagai lokasi. Namun, lampu portabel menghadapi beberapa tantangan, seperti daya tahan baterai yang terbatas, keluaran cahaya yang rendah, dan sensitivitas terhadap kondisi ekstrem. Oleh karena itu, analisis dan perbandingan terhadap dua produk lampu LED portabel Akari dari merek HOMU menjadi penting untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan setiap lampu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pencarian internet, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lampu dengan sensor gerak (Akari 1) efisien dalam penggunaan energi, namun pencahayaannya terbatas pada area tertentu dan intensitas cahayanya tidak dapat disesuaikan. Sementara itu, lampu dengan tombol sentuh (Akari 2) memberikan kontrol yang lebih fleksibel terhadap intensitas dan warna cahaya, tetapi konsumsi energinya lebih tinggi dan kurang praktis untuk ruang yang terbatas. Pemilihan antara kedua jenis lampu ini bergantung pada kebutuhan praktis pengguna, ukuran ruang yang akan diterangi, dan preferensi pencahayaan.
Copyrights © 2026