Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap gotong royong siswa kelas IV SD Negeri 18 Sesetan akibat internalisasi nilai karakter yang belum optimal dalam pembelajaran. Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus terhadap 24 siswa, metode bercerita Satua Bali Men Sugih teken Men Tiwas diterapkan untuk meningkatkan sikap kolaboratif tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap tahapan, di mana persentase ketuntasan klasikal melonjak drastis dari 21% pada tahap pratindakan menjadi 92% pada akhir siklus II. Sejalan dengan itu, nilai rata-rata siswa meningkat dari 65 menjadi 92, melampaui target indikator keberhasilan sebesar 80%. Simpulannya, penerapan narasi kearifan lokal ini sangat efektif dalam meningkatkan sikap gotong royong pada mata pelajaran PPKN. Penggunaan cerita rakyat terbukti mampu menyentuh aspek afektif siswa, sehingga berhasil membangun kesadaran sosial, solidaritas, dan kemampuan kolaborasi yang lebih nyata di dalam lingkungan kelas. Inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal ini sekaligus memperkuat identitas serta budi pekerti luhur siswa.
Copyrights © 2026