Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep motivasi belajar dalam perspektif psikologi pendidikan serta relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan penekanan pada motivasi intrinsik, ekstrinsik, moral, dan spiritual. Motivasi belajar dipahami sebagai daya penggerak internal yang menimbulkan, mengarahkan, dan mempertahankan aktivitas belajar peserta didik. Kajian ini mengintegrasikan teori-teori motivasi modern seperti hierarki kebutuhan Abraham Maslow, Self-Determination Theory dari Edward L. Deci dan Richard M. Ryan, teori behaviorisme B.F. Skinner, serta teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, dengan landasan teologis Islam yang bersumber dari pemikiran Al-Ghazali dan Ibn Miskawayh. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam konteks PAI, motivasi belajar tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga moral dan spiritual. Motivasi moral berakar pada kesadaran normatif tentang benar dan salah, sedangkan motivasi spiritual berorientasi pada nilai ketuhanan, niat, taqwa, dan orientasi akhirat. Dengan demikian, motivasi dalam PAI bersifat integratif—menggabungkan dimensi psikologis, etis, dan transendental—sehingga mampu membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.
Copyrights © 2026