Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motivasi Belajar dalam Pendidikan Agama Islam: Integrasi Perspektif Psikologi, Moral, dan Spiritual Maulida Annisa; Vivik Shofiah; Khairil Anwar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep motivasi belajar dalam perspektif psikologi pendidikan serta relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan penekanan pada motivasi intrinsik, ekstrinsik, moral, dan spiritual. Motivasi belajar dipahami sebagai daya penggerak internal yang menimbulkan, mengarahkan, dan mempertahankan aktivitas belajar peserta didik. Kajian ini mengintegrasikan teori-teori motivasi modern seperti hierarki kebutuhan Abraham Maslow, Self-Determination Theory dari Edward L. Deci dan Richard M. Ryan, teori behaviorisme B.F. Skinner, serta teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, dengan landasan teologis Islam yang bersumber dari pemikiran Al-Ghazali dan Ibn Miskawayh. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam konteks PAI, motivasi belajar tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga moral dan spiritual. Motivasi moral berakar pada kesadaran normatif tentang benar dan salah, sedangkan motivasi spiritual berorientasi pada nilai ketuhanan, niat, taqwa, dan orientasi akhirat. Dengan demikian, motivasi dalam PAI bersifat integratif—menggabungkan dimensi psikologis, etis, dan transendental—sehingga mampu membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.
Islamic Psychological Methodology: A Review of the Literature Mela Desina; Vivik Shofiah; Khairunnas Rajab
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 6 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18066542

Abstract

This study explores the methodological framework of Islamic psychology, which integrates scientific approaches with Islamic values as its epistemological foundation. The employed methods extend beyond empirical and rational inquiry by incorporating faith-based approaches grounded in the Qur’an and Hadith, as well as intuitive and spiritual dimensions that are distinctively Islamic. The study examines several methodological orientations—namely scripturalist, philosophical, and Sufi approaches—in an effort to construct a holistic and authentic paradigm of psychology. The purpose of this research is to develop a methodological framework for Islamic psychology that is both epistemologically valid and practically applicable, accommodating both spiritual and scientific dimensions while offering psychological solutions consistent with Islamic principles. This research adopts an extensive literature review of both classical and contemporary sources on Islamic psychology. The findings reveal that the methodological framework of Islamic psychology has the potential to enrich the broader field of psychology through a comprehensive, integrative, and contextually responsive approach that addresses the psychological needs of the Muslim community.
DAMPAK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA PENGUATAN IDENTITAS DAN KEHARMONISAN SOSIAL Intan Jamilah Ulfa; Vivik Shofiah; Yuliana Intan Lestari
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/k8v6nr18

Abstract

Pendidikan multikultural telah menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan keberagaman dan mempromosikan harmoni sosial di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pendidikan multikultural terhadap penguatan identitas budaya dan keharmonisan sosial melalui kajian meta-analisis global. Data dikumpulkan dari 35 studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2023 dengan fokus pada implementasi pendidikan multikultural di berbagai jenjang pendidikan dan konteks budaya. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa pendidikan multikultural secara signifikan meningkatkan kesadaran dan penghargaan siswa terhadap identitas budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat rasa toleransi terhadap perbedaan. Studi ini juga menemukan bahwa program pendidikan multikultural yang dirancang dengan baik mampu mengurangi stereotip dan prasangka, serta mendorong interaksi sosial yang harmonis di komunitas sekolah. Faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas pendidikan multikultural meliputi keterlibatan guru, relevansi kurikulum, dan dukungan kebijakan pendidikan. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam membangun kohesi sosial dan identitas kolektif yang inklusif.