Industri katering Indonesia kini tengah berhadapan dengan tantangan di bidang bahasa, yakni maraknya penggunaan istilah-istilah asing terutama dari bahasa Inggris dan Prancis yang dikhawatirkan dapat menggerus jati diri budaya kuliner bangsa. Penelitian ini berupaya mengkaji sejauh mana padanan kata dalam bahasa Indonesia mampu menjadi alternatif bagi istilah-istilah asing tersebut, sekaligus menelaah kontribusinya dalam membangun strategi branding yang berlandaskan identitas nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber yang terbit dalam rentang waktu 2020 hingga 2025. Temuan dari kajian ini mengungkapkan bahwa penggunaan padanan kata bahasa Indonesia dalam dunia katering bukan sekadar persoalan kebahasaan, melainkan juga berkontribusi nyata dalam memperluas jangkauan komunikasi bisnis kepada masyarakat umum, sekaligus membangun citra merek nasional yang kuat, otentik, dan memiliki karakter tersendiri. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini mendorong terjalinnya kolaborasi yang erat antara para pelaku usaha katering, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), serta institusi pendidikan, guna mendorong percepatan pengenalan dan penerapan istilah-istilah kuliner berbahasa Indonesia secara lebih luas dan sistematis.
Copyrights © 2026