Indonesia memiliki potensi wisata gastronomi yang sangat besar, namun peran bahasa sebagai instrumen strategis dalam memperkuat daya tarik wisata tersebut belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran bahasa dalam meningkatkan daya tarik wisata gastronomi Indonesia melalui tiga dimensi utama: penamaan kuliner, strategi promosi, dan komunikasi lintas budaya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan model PRISMA 2020 terhadap sumber-sumber akademik tahun 2013–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa daerah dalam penamaan kuliner berfungsi sebagai penanda identitas budaya lokal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Narasi bahasa yang tepat dalam media promosi terbukti mampu mengubah pengalaman kuliner menjadi perjalanan budaya yang berkesan. Selain itu, bahasa berperan sebagai jembatan komunikasi lintas budaya yang membangun koneksi emosional antara wisatawan dan kuliner lokal, sekaligus memperkuat citra destinasi secara nasional maupun internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran bahasa dalam ekosistem wisata gastronomi sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata kuliner Indonesia di kancah global.
Copyrights © 2026