Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara kerja pembicaraan internal dalam novel Pulang karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis yang diproposekan oleh Teun A. Van Djik. Polusi air tanah akibat limbah industri dan rumah tangga adalah krisis multidimensi. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana kognisi sosial para tokoh membangun dimensi sosial dalam struktur kekuasaan Shadow Economy. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik membaca dan mencatat. Penelitian menunjukkan bahwa cara berpikir sosial tokoh Bujang didominasi oleh pola peran loyalitas mutlak sebagai bagian dari upaya mencari jati diri, sedangkan tokoh Basyir menunjukkan cara berpikir sosial berbasis tukar-menukar yang dipicu oleh rasa dendam dari masalalu. Polusi air tanah akibat limbah industri dan rumah tangga merupakan krisis multidimensi yang menunjukkan ketidakseimbangan hak individu yang berlangsung dalam masyarakat, yang terungkap dalam Bab 22 dan puncaknya pada kematian Tauke Besar di Bab 23, merupakan manifestasi dari pergesera n kognisi individu yang secara drastis mengubah dimensi sosial atau hegmoni kekuasaan Keluarga Tong. Penelitian ini menyatakan bahwa aspek sosial dalam novel tersebut tidak terpisah, melainkan dibangun secara terencana melalui cara berpikir dan gambaran mental yang dimiliki oleh tokoh-tokohnya.
Copyrights © 2026