Media sosial telah menjadi ruang penting dalam pembentukan identitas diri, di mana individu cenderung mengonstruksi citra yang lebih ideal melalui proses kurasi dan pengelolaan kesan dibandingkan kehidupan nyata. Dalam praktiknya, pengguna mempertimbangkan berbagai aspek seperti penilaian sosial, estetika, serta dampak etis sebelum mengunggah konten, yang menunjukkan adanya tekanan sosial sekaligus kesadaran dalam membangun identitas digital. Respons audiens berupa likes dan komentar dimaknai secara beragam, mulai dari bentuk validasi hingga bahan evaluasi diri, meskipun sebagian individu berusaha mengurangi ketergantungan terhadap penilaian eksternal. Interaksi di media sosial juga berpengaruh terhadap kondisi emosional individu, baik secara positif maupun negatif, serta mendorong proses refleksi dan adaptasi dalam pengelolaan emosi, sekaligus berfungsi sebagai ruang kontrol diri dan pengembangan pribadi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus interpretatif terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk memahami konstruksi identitas digital serta motif penggunaan media sosial secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026