Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode bimbingan organisasi dalam mengatasi kurangnya partisipasi anggota Karang Taruna Kelurahan Amplas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari anggota Karang Taruna yang diwawancarai, sebagian besar anggota mengalami kesulitan membagi waktu karena aktivitas sekolah, kuliah, dan pekerjaan. Selain itu, masih terdapat anggota yang kurang aktif mengikuti kegiatan organisasi karena rendahnya minat terhadap kegiatan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa program kerja organisasi belum berjalan secara maksimal. Metode bimbingan organisasi dilakukan melalui pendekatan komunikasi, motivasi, kegiatan bersama, dan pemberian arahan kepada anggota organisasi. Selain itu, organisasi juga membuat jadwal kegiatan yang lebih fleksibel serta merencanakan kegiatan yang lebih menarik bagi pemuda. Dengan adanya metode bimbingan organisasi, anggota menjadi lebih aktif, memiliki rasa tanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Copyrights © 2026