Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Perhatian Orangtua Dengan Hasil Belajar Anak Usia 10 – 12 Tahun Di Desa Kuta Pengkih Kecamatan Marding-Ding Sani Susanti; Feby Narco
Journal of Millennial Community Vol 2, No 2 2020: September
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v2i2.20045

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perhatian orangtua dengan hasil belajar anak usia 10-12 tahun di Desa Kuta Pengkih Kecamatan Marding-ding. Jenis penelitian mengunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah orangtua yng memiliki anak usia 10-12 tahun yang ada di Desa Kuta Pengkih Kecamatan Marding-ding yaitu berjumlah 271 orang tua, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling yaitu orangtua sebanyak 41 orang tua yang memilii anak usia 10-12 tahun dan tinggal di Desa Kuta Pengkih Kecamtan Marding-ding. Alat yang digunakan pada teknik pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisi yang digunakan adalah korelasi product moment dan uji-t.Berdasarkan pengolahan data dengan rumus korelasi product moment diperoleh hasi perhitungan rhitung sebesar  0,548 sedangkan rtabel sebesar 0,308. Maka rhitung>rtabel, sehingga terdapat korelasi antara veriabel X dan variable Y memiliki hubungan yang positif. Dan jika dilihat dari hasil uji hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai thitung (4,08)>ttabel(2,02) dalam taraf α= 0,05. Artinya terdapat hubungan antara perhatian orang tua dengan hasil belajar anak usia 10-12 tahun di Desa Kuta Pengkih Kecamatan Marding-ding.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS Vidya Dwi Amalia Zati; Anifah Anifah; Sani Susanti; Yasaratodo Wau
Journal Education for All : Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 9, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v9i2.44448

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the use of learning media on student learning outcomes in English courses. This research is a descriptive study with a quantitative approach to see how the effect of the use of visual learning media on student learning outcomes in English courses at the Department of Community Education - FIP Unimed. Based on the results of the research data analysis, it can be concluded that there is the large influence of the use of visual learning media on the learning outcomes of the Public Education students that indicated by the post-test results after being given treatment with visual learning media in English courses, then the lowest score obtained is 68 and the highest score is 93. The results of the calculation obtained an average score of 80.00, a standard deviation of 5.4, a variance score of 30.14, then a median score of 80 and a mode score of 84. From the data above, it shows that the results of the learning ability of Community Education students in the English course after being given treatment show a significant increase in Public Education students at the State University of Medan.
Metode Bimbingan Organisasi dalam Mengatasi Kurangnya Partisipasi Anggota Karang Taruna Kelurahan Amplas Annisa Fitri Nasution; Mita Aulia; Rhasya Adhira Putri Hasbianda; Sasta Glovia Talenta Purba; Sani Susanti; Michael Yudha Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode bimbingan organisasi dalam mengatasi kurangnya partisipasi anggota Karang Taruna Kelurahan Amplas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari anggota Karang Taruna yang diwawancarai, sebagian besar anggota mengalami kesulitan membagi waktu karena aktivitas sekolah, kuliah, dan pekerjaan. Selain itu, masih terdapat anggota yang kurang aktif mengikuti kegiatan organisasi karena rendahnya minat terhadap kegiatan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa program kerja organisasi belum berjalan secara maksimal. Metode bimbingan organisasi dilakukan melalui pendekatan komunikasi, motivasi, kegiatan bersama, dan pemberian arahan kepada anggota organisasi. Selain itu, organisasi juga membuat jadwal kegiatan yang lebih fleksibel serta merencanakan kegiatan yang lebih menarik bagi pemuda. Dengan adanya metode bimbingan organisasi, anggota menjadi lebih aktif, memiliki rasa tanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Gaya Hidup Konsumtif Remaja Perempuan di Era Digital Labora Sianturi; Minna Bella; Anggun Syafitri; Riwati Amelia; Sani Susanti; Michael Yudha Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap gaya hidup konsumtif remaja perempuan di era digital. Fokus penelitian ini meliputi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya perilaku FOMO pada remaja perempuan, pengaruh media sosial terhadap pola konsumsi remaja, serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku konsumtif dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini semakin sering terjadi karena remaja cenderung ingin mengikuti tren, gaya hidup, dan perkembangan yang sedang populer di lingkungan pertemanan maupun media sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap beberapa remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial. Data yang diperoleh menggambarkan bagaimana media sosial, lingkungan pertemanan, dan perkembangan tren digital memengaruhi pola pikir serta perilaku konsumtif remaja perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap munculnya perilaku FOMO pada remaja perempuan. Remaja cenderung merasa takut tertinggal tren apabila tidak mengikuti hal-hal yang sedang viral atau digunakan oleh teman-temannya. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja membeli barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan karena ingin mendapatkan pengakuan sosial dan merasa diterima dalam lingkungan pergaulan. Selain itu, remaja juga sering membandingkan dirinya dengan orang lain melalui media sosial sehingga memunculkan rasa minder, cemas, dan kurang percaya diri.Lingkungan pertemanan, perkembangan budaya digital, serta rendahnya kontrol diri menjadi faktor yang memperkuat perilaku FOMO dan gaya hidup konsumtif pada remaja perempuan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam penggunaan media sosial secara bijak serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh tren yang berkembang di era digital.
Membangun Lansia Sehat dan Produktif melalui Pendampingan Kesehatan Berbasis Bimbingan Kelompok Rosita Sitohang; Parwati Daniela Tampubolon; Martina Sigiro; Naila Nafisah Zulfa; Sani Susanti; Michael Yudha Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39556

Abstract

Lansia merupakan kelompok masyarakat yang mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional akibat proses penuaan. Kondisi tersebut menyebabkan lansia membutuhkan perhatian khusus agar tetap sehat, mandiri, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendampingan kesehatan berbasis bimbingan kelompok dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas lansia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada lansia dan pendamping kegiatan, observasi dilakukan terhadap aktivitas kelompok lansia, sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperkuat data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan kesehatan berbasis bimbingan kelompok mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan lansia, memperkuat hubungan sosial, meningkatkan motivasi hidup, mengurangi rasa kesepian, serta membantu lansia menjalankan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Kegiatan bimbingan kelompok juga memberikan ruang bagi lansia untuk saling berbagi pengalaman dan dukungan emosional sehingga tercipta lingkungan sosial yang positif. Selain itu, program pendampingan kesehatan dapat membantu lansia tetap aktif dalam kegiatan sosial maupun ekonomi sesuai kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, pendampingan kesehatan berbasis bimbingan kelompok dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif di masyarakat.
Peran Organisasi IMKA dalam Menumbuhkan Kepedulian Sosial Mahasiswa terhadap Masyarakat Chintia Mentari; Yarty Maharanintana Br Ginting; Juraida Lubis; Emi Sofya Pratiwi Silitonga; Sani Susanti; Michael Yudha Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Organisasi IMKA dalam menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa, bentuk kegiatan yang dilaksanakan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengurus dan anggota aktif organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMKA berperan sebagai wadah pembelajaran nilai, fasilitator pengalaman langsung, dan penggerak aksi sosial melalui program bakti sosial, penggalangan dana, dan penyuluhan. Keberhasilan dipengaruhi oleh relevansi program, dukungan lingkungan, dan kepemimpinan, sedangkan hambatan berupa keterbatasan waktu, dana, dan partisipasi yang belum merata. Disimpulkan bahwa organisasi kemahasiswaan menjadi sarana efektif pembentukan karakter sosial mahasiswa.