Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas poster psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai digital burnout. Digital burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan, yang kerap dialami mahasiswa Generasi Z dengan intensitas aktivitas daring yang tinggi. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap: (1) need assessment menggunakan Digital Burnout Scale (DBS) kepada 54 mahasiswa dan wawancara mendalam kepada empat responden dengan tingkat burnout tinggi; (2) pembuatan dan penyebaran poster psikoedukasi bertema “Easy Habits to Stay Calm Online” melalui Instagram; serta (3) evaluasi menggunakan desain pre-test–post-test kepada 69 responden. Hasil need assessment menunjukkan 62,9% responden berada pada kategori digital burnout sedang, dengan keluhan fisik (sakit kepala, mata lelah, nyeri otot) dan psikologis (kecemasan, kesulitan fokus, ketergantungan digital). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan: hanya 13% responden memahami konsep digital burnout pada pre-test, sedangkan 90% responden melaporkan pemahaman setelah melihat poster. Temuan ini menunjukkan bahwa media poster merupakan sarana promosi kesehatan yang efektif, ringkas, dan mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang digital burnout serta mendorong perilaku penggunaan teknologi yang lebih sehat.
Copyrights © 2026