Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah menghadapi tantangan di era digital karena pendekatan konvensional berbasis ceramah dan hafalan dinilai kurang membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 (4C): komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi pendekatan 4C dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta menganalisis manfaat dan tantangan implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif terhadap 25 sumber relevan (2016–2026) dari Google Scholar, DOAJ, dan Portal Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi 4C mampu meningkatkan keterampilan peserta didik secara bermakna melalui diskusi kelompok, presentasi, analisis kasus, dan proyek kreatif. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana, kompetensi guru, dan kompleksitas penilaian autentik. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi strategi 4C yang kontekstual untuk materi Akidah Akhlak seperti sabar, jujur, dan tawakal. Guru Akidah Akhlak perlu mengadopsi metode pembelajaran yang lebih variatif dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026