Penelitian ini dilatarbelakangi oleh risiko degradasi terminologi kuliner asli Indonesia akibat modernisasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kosakata gastronomi Nusantara dalam literatur anak sebagai materi pengayaan katering bagi pemelajar BIPA tingkat menengah-atas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten terhadap tujuh korpus buku cerita anak bertema kuliner regional. Hasil penelitian berhasil menginventarisasi 49 unit lingual yang terbagi ke dalam kategori bahan, peralatan, proses, dan penyajian. Temuan menunjukkan bahwa kategori proses memiliki frekuensi tertinggi dan didukung sepenuhnya oleh ilustrasi visual sebesar 100% sebagai jembatan kognitif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa literatur anak efektif digunakan untuk mengenalkan leksikon teknis gastronomi yang bersifat Indonesia-sentris dan non-Javasentris. Strategi pengajaran melalui tiga pilar pendidikan, promosi, dan diplomasi budaya direkomendasikan untuk memperkuat kompetensi komunikatif kultural pemelajar asing di kancah internasional.
Copyrights © 2026