Indonesia menempati urutan 10 negara terbawah dengan skor matematika 379 pada PISA 2018. Geometri merupakan salah satu materi yang berkaitan dengan konten PISA yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Namun, kemampuan berpikir kritis peserta didik Indonesia masih rendah. Problem Based Learning (PBL) berbantuan modul terintegrasi augmented reality (AR) cagar budaya Semarang merupakan inovasi untuk masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas PBL berbantuan modul terintegrasi AR cagar budaya Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental. Populasi terdiri seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 21 Semarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa peserta didik: (1) Tuntas secara klasikal; (2) Tuntas secara individual; (3) Terdapat perbedaan rata-rata nilai posttest dan pretest; (4) Peningkatkan kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol. Dengan demikian, model PBL berbantuan modul terintegrasi AR cagar budaya Semarang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan menggunakan PBL saja.
Copyrights © 2026