Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritis dan aspek ekolinguistik dalam berita “Kepala DKPPP Nias Barat Tinjau Pembukaan Lahan di Sejumlah Wilayah” yang diterbitkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) pada 4 Mei 2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough dan teori ekolinguistik Alexander dan Stibbe. Data penelitian berupa teks berita yang dianalisis melalui identifikasi struktur bahasa, ideologi, relasi kekuasaan, representasi alam, serta dampak ekologis dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita membangun ideologi developmentalisme melalui penggunaan kosakata seperti “pembukaan lahan”, “progres”, dan “ketahanan pangan” yang merepresentasikan pembangunan sebagai sesuatu yang positif dan strategis. Selain itu, alam digambarkan sebagai objek yang dapat dimanfaatkan demi kepentingan manusia dan ekonomi. Dari perspektif ekolinguistik, wacana tersebut berpotensi menutupi dampak ekologis seperti deforestasi dan kerusakan lingkungan karena media lebih menonjolkan narasi pembangunan dibandingkan pelestarian lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa media memiliki pengaruh penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap hubungan pembangunan dan lingkungan hidup.
Copyrights © 2026