Periode 1959–1966 merupakan salah satu babak paling dinamis dan penuh gejolak dalam sejarah politik Indonesia. Penelitian ini mengkaji empat dimensi utama perkembangan politik pada masa tersebut: (1) konsepsi Demokrasi Terpimpin beserta implementasi Manipol-USDEK; (2) perjuangan diplomatik dan militer dalam pembebasan Irian Barat; (3) interaksi tiga kekuatan sospol utama, yakni Soekarno, TNI-AD, dan PKI; serta (4) kebijakan konfrontasi terhadap Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan historis-deskriptif dan analisis sumber primer maupun sekunder, artikel ini menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut saling berkaitan dan pada akhirnya memicu krisis politik yang berujung pada berakhirnya Orde Lama pada tahun 1966. Demokrasi Terpimpin yang semula dirancang sebagai solusi ketidakstabilan justru menciptakan sentralisasi kekuasaan yang memungkinkan tumbuhnya rivalitas antar kekuatan politik. Konfrontasi dengan Malaysia memperparah kondisi ekonomi, sementara interaksi tiga kekuatan berakhir dengan tragedi G30S/PKI yang mengakhiri era Soekarno.
Copyrights © 2026