Etmi Hardi
History, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perkembangan Politik dan Masalah – Masalah yang Ditimbulkan Masa 1959-1966 (Demokrasi Terpimpin , Irian Barat , Interaksi Tiga Kekuatan, dan Konfirmasi Malaysia) Falda Mutiara Ridwan; Dhea Ananda Putri; Muhammad Rahman Rohim; Etmi Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39204

Abstract

Periode 1959–1966 merupakan salah satu babak paling dinamis dan penuh gejolak dalam sejarah politik Indonesia. Penelitian ini mengkaji empat dimensi utama perkembangan politik pada masa tersebut: (1) konsepsi Demokrasi Terpimpin beserta implementasi Manipol-USDEK; (2) perjuangan diplomatik dan militer dalam pembebasan Irian Barat; (3) interaksi tiga kekuatan sospol utama, yakni Soekarno, TNI-AD, dan PKI; serta (4) kebijakan konfrontasi terhadap Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan historis-deskriptif dan analisis sumber primer maupun sekunder, artikel ini menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut saling berkaitan dan pada akhirnya memicu krisis politik yang berujung pada berakhirnya Orde Lama pada tahun 1966. Demokrasi Terpimpin yang semula dirancang sebagai solusi ketidakstabilan justru menciptakan sentralisasi kekuasaan yang memungkinkan tumbuhnya rivalitas antar kekuatan politik. Konfrontasi dengan Malaysia memperparah kondisi ekonomi, sementara interaksi tiga kekuatan berakhir dengan tragedi G30S/PKI yang mengakhiri era Soekarno.
Sekitar G.30.S/PKI: Prolog, Epilog, dan Analisis Berbagai Pendapat Haney Septria Hendomon; Septia Rahmadani; Nabila Septiyani; Etmi Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39205

Abstract

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang lebih dikenal dengan G.30.S/PKI merupakan salah satu tragedi kelam dalam sejarah Indonesia yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan dan perdebatan di kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tiga aspek utama dari peristiwa tersebut: prolog yang melatarbelakangi terjadinya gerakan, epilog berupa dampak dan akibat yang ditimbulkan pasca-peristiwa, serta analisis berbagai pendapat dan teori yang berkembang mengenai siapa sesungguhnya dalang di balik gerakan ini. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan historis-kritis, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa G.30.S/PKI merupakan peristiwa yang sangat kompleks dengan latar belakang politik, sosial, dan ekonomi yang saling berkelindan. Setidaknya terdapat empat teori besar yang berupaya menjelaskan peristiwa ini: teori PKI sebagai dalang utama, teori keterlibatan militer, teori intervensi asing khususnya Amerika Serikat, dan teori Soekarno. Setiap teori memiliki argumentasi dan bukti pendukungnya masing-masing, sehingga kebenaran mutlak peristiwa ini masih menjadi perdebatan akademik hingga saat ini.
Perkembangan Politik dan Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi Sejak 1950 Sampai Pemilu 1 Permata Sorela Diosilka; Legina Legina; Pertiwi Harista; Fitra Fadila; Agellsaputri Wizuar; Etmi Hardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39563

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan politik Indonesia sejak tahun 1950 hingga terselenggaranya Pemilu pertama pada tahun 1955. Periode ini merupakan fase krusial dalam sejarah bangsa Indonesia yang ditandai dengan ketidakstabilan pemerintahan, pergolakan ideologi, dan upaya konsolidasi demokrasi pascakemerdekaan. Menggunakan metode penelitian historis dengan pendekatan deskriptif-analitis, kajian ini menelaah berbagai peristiwa penting meliputi pergantian kabinet yang terjadi secara berulang, munculnya gerakan-gerakan pemberontakan, dinamika partai politik, serta proses penyelenggaraan Pemilu 1955 yang menjadi tonggak demokrasi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun diwarnai instabilitas politik yang tinggi, periode ini berhasil melahirkan tradisi demokrasi yang cukup substantif melalui penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil. Pemilu 1955 menjadi refleksi nyata dari semangat demokrasi rakyat Indonesia dalam menentukan arah pemerintahan bangsa.