Fenomena broken home sering kali memicu disorientasi psikososial pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika perilaku sosial dan strategi adaptasi mahasiswa broken home, serta implikasinya bagi karakteristik mahasiswa FISH UNJ. Menggunakan metode kualitatif deskriptif pendekatan studi literatur, data sekunder dikumpulkan secara sistematis dari basis data digital terbitan 2021–2026. Hasil analisis menunjukkan dampak psikososial bervariasi sesuai tingkatan konflik keluarga: tingkat rendah (empty shell family) memicu perilaku sosial pasif; tingkat sedang (structural broken home) memicu kompensasi sosial aktif; dan tingkat tinggi (total abandonment) memicu kemandirian radikal dengan krisis kepercayaan. Berdasarkan sosiologi, perilaku tersebut merupakan respons operan terhadap stimulus domestik masa lalu (Teori Skinner), sedangkan strategi bertahan hidup bermanifestasi menjadi konformitas, inovasi, dan retreatisme akibat retaknya sarana pendukung (Teori Merton). Secara kontekstual, dinamika organisasi mahasiswa di FISH UNJ berperan vital sebagai secondary support system untuk mempercepat resiliensi dan reondisioning sosial mahasiswa broken home.
Copyrights © 2026