Maraknya penggunaan bahasa slang dari platform media sosial seperti TikTok dan Instagram menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia baku di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahasa slang media sosial terhadap kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan mahasiswa serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan mahasiswa dalam menjaga kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Pendekatan mixed methods deskriptif digunakan dengan memadukan analisis kuantitatif terhadap jawaban kuesioner tertutup dan analisis kualitatif tematik terhadap jawaban esai terbuka. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 39 mahasiswa aktif dari berbagai program studi dan institusi tanpa batasan jurusan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79,5% responden menggunakan slang di media sosial dengan berbagai frekuensi, dan 71,8% melakukan praktik bahasa campur. Meskipun demikian, sebagian besar responden mempertahankan kemampuan berbahasa Indonesia baku dalam konteks formal, sekitar 69,2% merasa mudah atau sangat mudah menghindari slang dalam situasi formal, dan 74,4% melaporkan kemudahan dalam menulis tugas akademik tanpa pengaruh slang. Namun, 51,3% responden mengakui pengaruh yang besar atau sangat besar terhadap kebiasaan berbicara sehari-hari. Secara kualitatif, responden menunjukkan kesadaran metalinguistik yang aktif melalui alih kode kontekstual, membaca materi akademik, dan merujuk KBBI.
Copyrights © 2026