Atika Wasilah
Matematika, Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Tren Bahasa Asing terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran di Kelas Atika Wasilah; Ananda Putri Aulia Daulay; Dhini Sapira; Maisarah Putri Lalyta Siregar; Rahma Syahfitri; Graciella Bethani Zendrato
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tren bahasa asing terhadap penggunaan bahasa Indonesia oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan bahasa asing dalam komunikasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, telah menjadi bagian dari kebiasaan komunikasi mahasiswa dalam proses pembelajaran. Bentuk penggunaan bahasa asing yang paling banyak ditemukan adalah alih kode dan campur kode dalam diskusi, presentasi, maupun komunikasi sehari-hari di lingkungan kampus. Faktor yang memengaruhi fenomena tersebut meliputi perkembangan globalisasi, teknologi digital, media sosial, lingkungan pergaulan, dan penggunaan referensi akademik berbahasa asing. Selain memberikan dampak positif berupa peningkatan wawasan akademik dan kemampuan komunikasi global, penggunaan bahasa asing yang berlebihan juga menimbulkan interferensi terhadap penggunaan bahasa Indonesia, seperti berkurangnya penggunaan bahasa Indonesia formal dan meningkatnya penggunaan istilah asing dalam komunikasi akademik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan globalisasi telah memengaruhi pola penggunaan bahasa mahasiswa dalam lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk tetap menjaga penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar tanpa mengabaikan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam dunia pendidikan modern.
Pengaruh Bahasa Slank Media Sosial terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia di Kalangan Mahasiswa Atika Wasilah; Ema Ayu Ramanda Hasibuan; Fauriza Nur Chairin; Nabila Sari Putri; Najwa Delvyra; Yosepin Paskarani Olivia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39464

Abstract

Maraknya penggunaan bahasa slang dari platform media sosial seperti TikTok dan Instagram menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia baku di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahasa slang media sosial terhadap kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan mahasiswa serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan mahasiswa dalam menjaga kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Pendekatan mixed methods deskriptif digunakan dengan memadukan analisis kuantitatif terhadap jawaban kuesioner tertutup dan analisis kualitatif tematik terhadap jawaban esai terbuka. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 39 mahasiswa aktif dari berbagai program studi dan institusi tanpa batasan jurusan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79,5% responden menggunakan slang di media sosial dengan berbagai frekuensi, dan 71,8% melakukan praktik bahasa campur. Meskipun demikian, sebagian besar responden mempertahankan kemampuan berbahasa Indonesia baku dalam konteks formal, sekitar 69,2% merasa mudah atau sangat mudah menghindari slang dalam situasi formal, dan 74,4% melaporkan kemudahan dalam menulis tugas akademik tanpa pengaruh slang. Namun, 51,3% responden mengakui pengaruh yang besar atau sangat besar terhadap kebiasaan berbicara sehari-hari. Secara kualitatif, responden menunjukkan kesadaran metalinguistik yang aktif melalui alih kode kontekstual, membaca materi akademik, dan merujuk KBBI.
Peran Variasi Bahasa Tidak Baku dalam Mewujudkan Efektivitas Komunikasi Jual Beli di Pasaraya MMTC Medan Endi Saputra; Joel Indrawan Damanik; Samuel Simanjuntak; Stepanus Simatupang; Brigita Arzetty Dwiyanti Hutabarat; Atika Wasilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39855

Abstract

Komunikasi di ruang ekonomi urban menuntut kecepatan, fleksibilitas, dan praktisitas, sehingga keharusan penggunaan bahasa Indonesia baku kerap dikesampingkan demi kelancaran arus transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk variasi bahasa tidak baku lisan serta manifestasi ragam tulis non-baku dalam lanskap linguistik (spanduk media luar ruang) di Pasaraya MMTC Medan, sekaligus membedah mekanismenya dalam mengonstruksi efektivitas komunikasi transaksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, pencatatan lapangan, dan dokumentasi konteks interaksi visual berupa spanduk pasar. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan terpadu: identifikasi tuturan/teks, klasifikasi variasi bahasa, analisis fungsi komunikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat kategori variasi bahasa tidak baku lisan yang dominan, yaitu reduksi ujaran nominal harga, variasi fonologis dan sapaan sosial ("Boy", "Bang"), penyederhanaan leksikal ("Nggak", "Udah"), serta campur kode lokal ("Kelen", "Murah kali"). Sementara pada lanskap linguistik, ragam tulis non-baku pada spanduk berfungsi sebagai strategi persuasi visual yang sengaja diproduksi oleh pelaku pasar. Seluruh variasi non-standar ini secara fungsional terbukti efektif meminimalkan beban ujaran, mempercepat durasi transaksi, memotong jarak psikologis (membangun keakraban sosial), serta mengoptimalkan keterpahaman kontekstual di lingkungan multietnik Kota Medan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ragam bahasa tidak baku di pasar urban bukan merupakan bentuk kerusakan bahasa, melainkan perwujudan kompetensi komunikatif dan adaptasi pragmatis yang mutlak diperlukan dalam ekosistem ekonomi mikro.