Kekhawatiran runtuhnya prestasi akademik akibat maraknya aplikasi TikTok di lingkungan kampus melandasi investigasi ini. Penelitian kuantitatif korelasional ini memetakan jalinan antara intensitas pengaksesan TikTok dan hasil belajar mahasiswa di lapangan. Penjaringan subjek mengandalkan teknik purposive sampling hingga menghasilkan sampel definitif sebanyak 34 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UINSU Semester 5 Lokal 3. Himpunan data lapangan bersumber dari angket terstruktur serta dokumentasi resmi nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Sebelum pengujian hipotesis, asumsi sebaran data diperiksa lewat metode Shapiro-Wilk. Data berdistribusi normal. Operasionalisasi analisis statistik selanjutnya menerapkan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil komputasi menelurkan koefisien korelasi ( ) sebesar +0,412 dengan skor signifikansi ( ) senilai 0,015 ( ). Temuan ini menjadi landasan empiris untuk menerima hipotesis alternatif. Jalinan antarvariabel terbukti bersifat positif dan searah pada tingkat sedang. Uniknya, durasi akses TikTok yang tinggi tidak mencederai performa studi responden. Nilai IPK mereka tetap bertengger pada kategori memuaskan hingga pujian. Realitas ini muncul akibat tingginya selektivitas aktivitas digital mahasiswa yang berorientasi pada pencarian konten edukasi keislaman dan referensi materi perkuliahan. Media sosial sahih bertransformasi menjadi instrumen pendukung kognitif, selama mahasiswa konsisten menegakkan regulasi diri serta manajemen waktu yang disiplin.
Copyrights © 2026