Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) merupakan salah satu instrumen kebijakan perlindungan sosial yang dirancang pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi distribusi BLT-DD di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar menggunakan perspektif evaluasi kebijakan William N. Dunn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa, pendamping desa, serta keluarga penerima manfaat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi BLT-DD di Desa Karya Indah telah berjalan efektif ditinjau dari ketepatan sasaran penerima manfaat dan ketepatan pemanfaatan dana. Mekanisme verifikasi berlapis melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) mampu meminimalkan kesalahan inklusi dan eksklusi dalam penetapan penerima bantuan. Dari aspek efisiensi, penggunaan sistem penyaluran non-tunai melalui transfer rekening berhasil menekan biaya operasional distribusi dan meningkatkan transparansi pengelolaan dana. Namun demikian, efisiensi waktu belum sepenuhnya optimal akibat proses sinkronisasi data dan verifikasi administrasi antarlevel pemerintahan yang masih memerlukan waktu relatif panjang. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas dan efisiensi distribusi BLT-DD dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat dalam proses verifikasi data serta digitalisasi mekanisme penyaluran bantuan. Oleh karena itu, penguatan integrasi sistem informasi desa dengan sistem pemerintahan kecamatan dan kabupaten menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas distribusi bantuan sosial berbasis desa.
Copyrights © 2026