Perkembangan media sosial, khususnya TikTok telah memengaruhi pola komunikasi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai ungkapan viral seperti “adalah pokoknya”, “no no ya”, “when yah”, “sepakat”, “kamu nanyea”, “jujur janggal”, “plenger”, “tenangin diri lo”, dan dua belas kosakata viral lainnya kini sering digunakan mahasiswa dalam komunikasi informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa viral TikTok dan dampaknya terhadap kemampuan berbicara mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi yang melibatkan 15 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa viral TikTok memengaruhi pilihan kata, gaya komunikasi, serta kebiasaan berbicara mahasiswa terutama dalam situasi informal. Selain memberikan dampak positif berupa komunikasi yang lebih santai dan akrab, penggunaan bahasa viral secara berlebihan berpotensi memengaruhi kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam lingkungan akademik.
Copyrights © 2026