Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam problematika yang dihadapi guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di era Kurikulum Merdeka. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka yang mensyaratkan pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman peserta didik dengan realitas kompetensi pedagogik guru SD di lapangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi literatur dengan analisis isi terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal bereputasi. Hasil kajian menunjukkan empat temuan utama: (1) sebagian besar guru SD belum memiliki pemahaman konseptual yang memadai tentang pembelajaran berdiferensiasi; (2) Kurikulum Merdeka menuntut transformasi cara mengajar yang secara signifikan berbeda dari pendekatan sebelumnya; (3) literasi digital guru merupakan variabel kritis yang memengaruhi efektivitas implementasi; dan (4) ketimpangan infrastruktur antara sekolah perkotaan dan daerah terpencil memperparah kesenjangan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan berbasis praktik, penerapan komunitas belajar profesional di tingkat sekolah, serta kebijakan pemerataan infrastruktur digital yang berpihak pada daerah tertinggal.
Copyrights © 2026