Bendungan Namu Sira-Sira merupakan prasarana vital yang berfungsi melayani kebutuhan air untuk Daerah Irigasi (D.I.) Namu Sira-Sira di Provinsi Sumatera Utara. Salah satu permasalahan utama yang memengaruhi operasional bendungan ini adalah tingginya laju sedimentasi yang masuk ke dalam bangunan kantong lumpur. Akumulasi endapan sedimen yang tidak terkontrol menyebabkan pendangkalan, berkurangnya volume tampungan, serta penurunan kapasitas debit air yang dialirkan ke saluran irigasi..Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besar laju angkutan sedimen yang masuk ke kantong lumpur dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap debit aliran irigasi. Analisis laju sedimentasi dilakukan menggunakan metode empiris (seperti pendekatan Lane and Kalinske atau Engelund-Hansen) serta data pengukuran langsung di lapangan. Data hidrometri dan dimensi saluran dianalisis untuk mendapatkan estimasi volume sedimen yang mengendap setiap tahunnya.Hasil analisis menunjukkan bahwa laju sedimentasi yang tinggi secara signifikan mengurangi efektivitas fungsi kantong lumpur. Apabila kapasitas tampung sedimen (dead storage) penuh, material sedimen akan terbawa masuk ke saluran irigasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya sedimentasi pada saluran, pendangkalan dasar saluran, dan penurunan debit aliran yang dapat mengairi lahan pertanian. Rekomendasi teknis yang dihasilkan dari penelitian ini meliputi penjadwalan ulang interval pembilasan kantong lumpur dan normalisasi saluran guna memastikan suplai air irigasi tetap optimal. Sedimentasi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja hidraulika pada bangunan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sedimentasi terhadap debit aliran pada kantong lumpur Bendungan Namu Sira-Sira. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengukuran kecepatan aliran menggunakan metode pelampung. Hasil menunjukkan kecepatan rata-rata sebesar 31,50 m/s. Sedimentasi menyebabkan penyempitan penampang yang berdampak pada penurunan debit aliran.
Copyrights © 2026