Masa remaja adalah tahapan pertumbuhan yang penting, dikenali dengan perubahan biologis, mental, dan juga sosial, sehingga berpotensi mengalami penurunan kesejahteraan psikologis. Keterbatasan keterlibatan ayah saat pengasuhan merupakan sebagian faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut, terutama dalam konteks budaya patriarki di Indonesia yang cenderung memosisikan ayah selaku mencari rezeki utama. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan positif antara keterlibatan ayah dan kesejahteraan psikologis remaja melalui pendekatan tinjauan literatur naratif. Sebanyak delapan belas artikel ilmiah peer-review periode 2022-2026 dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan keterlibatan ayah yang berkelanjutan (engagement, accessibility, dan responsibilitas) berdampak positif dengan peningkatan penerimaan diri, hubungan interpersonal, kepercayaan diri, penurunan stres dan perilaku bermasalah pada remaja. Sebaliknya, kondisi fatherless meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental. Penelitian ini menegaskan peran ayah merupakan faktor protektif penting, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif ayah dalam pengasuhan guna mendukung kesejahteraan psikologis remaja Indonesia.
Copyrights © 2026