Hiperurisemia, atau peningkatan kadar asam urat dalam darah, merupakan kondisi metabolik yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Faktor sosial-demografis seperti wilayah tempat tinggal dan tingkat pendidikan diduga berpengaruh terhadap kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada wanita di Indonesia berdasarkan wilayah tempat tinggal dan tingkat pendidikan. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 606 wanita dari 10 provinsi di Indonesia selama periode September–Desember 2023. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 41–54 tahun, paling banyak berasal dari Jawa Barat dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMA/SMK. Mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga, dengan wilayah tempat tinggal paling banyak di wilayah perkotaan. Kadar asam urat responden dalam penelitian ini ditemukan paling banyak berkategori normal. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar asam urat dengan tingkat pendidikan (p=0,459) maupun wilayah tempat tinggal (p=0,491). Disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara wilayah dan pendidikan dengan kadar asam urat. Oleh karena itu, upaya edukasi dan pencegahan hiperurisemia perlu dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan latar belakang sosial atau geografis, dengan dukungan media digital yang mudah diakses.
Copyrights © 2026