Latar Belakang: Apresiasi seni tari di kalangan mahasiswa PGSD masih cenderung rendah, terutama pada konteks budaya lokal Nusa Tenggara Timur. Rendahnya apresiasi ini berimplikasi pada kesiapan calon guru dalam mengintegrasikan seni tari ke dalam pembelajaran di sekolah dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal dalam meningkatkan apresiasi seni tari mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama satu semester akademik. Subjek penelitian terdiri dari 28 mahasiswa PGSD semester IV yang mengikuti mata kuliah Pendidikan Seni Tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tari-tarian lokal Timor seperti Tari Likurai, Tari Bonet, dan Tari Caci ke dalam kurikulum pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan emosional, pemahaman kultural, dan motivasi belajar mahasiswa. Tiga tema utama berhasil diidentifikasi: (1) peningkatan koneksi identitas budaya, (2) transformasi sikap estetik, dan (3) pengembangan kompetensi pedagogis berbasis kearifan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pembelajaran seni yang kontekstual dan relevan untuk pendidikan guru di daerah dengan keragaman budaya tinggi.
Copyrights © 2026