Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Kampus Berdampak: Kolaborasi Kampus Dan Sekolah Dalam Peningkatan Literasi, Numerasi, Dan Keterampilan Siswa Melalui Ekstrakurikuler Pramuka Oleh Mahasiswa PGSD Maria C. Sanbein; Maria K. Seran; Stefania M. Luya; Maria O. Fahik; Yolenta A. Bria; Evaritha F. Amfotis; Ummu Fajariyah Akbari; Dian Meilani; Nurlailah; Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Julhidayat Muhsam
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2280

Abstract

Program Kampus Berdampak merupakan bagian dari implementasi KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Kupang tahun 2024 yang dilaksanakan di UPTD SD Negeri Tuak Daun Merah. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kemampuan literasi dasar pada siswa kelas rendah, mengembangkan keterampilan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada siswa kelas tinggi, serta menciptakan sinergi kegiatan berdampingan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kreatif sekolah. Pelaksanaan program berlangsung selama 75 hari, dengan fokus utama pada kegiatan literasi dan numerasi untuk kelas rendah serta penguatan karakter dan keterampilan melalui Pramuka bagi kelas tinggi.Kolaborasi antara kampus dan sekolah menjadi faktor kunci keberhasilan program, terlihat dari tingginya partisipasi guru dan antusiasme siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mahasiswa PGSD sebagai pelaksana program juga berperan aktif dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan siswa. Meskipun demikian, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya partisipasi aktif dari sebagian siswa dan keterbatasan pengalaman mahasiswa dalam mengelola dinamika kelas. Namun secara umum, program ini memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan potensi siswa dan memperkuat hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.
Pendokumentasian Tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe, Kabupaten Malaka Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Zaqinah Ahmad; Ummu Aiman; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad; Dian Meilani; Arifin Arifin; Kenedi Kenedi; Ahmad Ishom Pratama Wahab
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i2.3066

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Warisan Budaya Takbenda seni tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe dilakukan dengan maksud menulis dan mendokumentasikan keseluruhan proses pembuatan dari perspektif budaya sehingga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bagi pelajar, masyarakat ataupun pemerhati budaya, dan juga sebagai salah satu bahan referensi penelitian mahasiswa. Sebagai upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan daerah, kegiatan ini penting dilaksanakan karena bagian dari proses untuk penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Adanya laporan kegiatan ini kiranya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Bidang Kebudayaan untuk membuat perencanaan, merancang kebijakan guna mewujudkan kemajuan pemajuan kebudayaan daerah Nusa Tenggara Timur yang konstruktif. Tari Bidu Tais mutin mrupakan bentuk luapan kegembiraan masyarakat Desa Weoe dalam meredahkan amarah dari para penjajah Jepang. Penulisan pelaporan kegiatan pendokumentasian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Metode penulisan secara kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dideskripsikan, sehingga dapat memberikan gambaran dan pemaparan mengenai sejarah dan bentuk tari Bidu tais Mutin di desa upacara Weoe. Teknik pengumpalan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis bentuk tari Bidu Tais mutinmenggunakan konsep Soedarsono tentang bentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, pola lantai, busana, iringan, waktu dan tempat pertunjukan. Hasil menujukkan bahwa tari Bidu Tais Mutin merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur pada zaman penjajah Jepang dan sebagai suatu pengenang akan sejarah masyarakat Weoe pada waktu itu yang dapat dilihat dari gerak, nyanyian, busana penuh pemaknaan sebagai identitas dari masyarakat Weoe. Abstract: The implementation of the Intangible Cultural Heritage Study Activity for the Bidu Tais Mutin dance in Weoe Village was carried out with the aim of writing and documenting the entire process of creation from a cultural perspective so that it can be used as learning material for students, the community or cultural observers, and also as a reference material for student research. As an effort to protect, preserve, develop, utilize, and foster regional culture, this activity is important to carry out because it is part of the process of determining Indonesia's Intangible Cultural Heritage. The existence of this activity report can hopefully be used as evaluation material for the Cultural Sector to make plans and design policies to realize constructive progress in advancing the culture of the East Nusa Tenggara region. The Bidu Tais Mutin dance represents a joyful outpouring of joy by the people of Weoe Village to defuse the anger of the Japanese invaders. This report on the documentation of this activity uses qualitative research methods with an ethnochoreological approach. This qualitative writing method aims to obtain as much data as possible, then analyze and describe it, so that it can provide an overview and explanation of the history and form of the Bidu Tais Mutin dance in the Weoe ceremonial village. The data collection techniques used were observation, interviews, and literature review. The analysis of the Bidu Tais Mutin dance form uses Soedarsono's concept of interrelated forms such as dancers, movements, floor patterns, costumes, accompaniment, time, and performance venue. The results show that the Bidu Tais Mutin dance is a form of respect for the ancestors during the Japanese colonial era and as a reminder of the history of the Weoe people at that time which can be seen from the movements, songs, and clothing full of meaning as the identity of the Weoe people.