Meningkatnya berbagai permasalahan akademik dan nonakademik siswa menuntut sekolah memiliki layanan konseling yang mampu menangani krisis secara efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan konselor sekolah dalam menangani krisis siswa melalui perspektif pastoral sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta guru pendamping di SMP Gembala Baik Pontianak, SD Plus Gembala Baik Pontianak, SMA Kesehatan Bina Dharma Pontianak, dan SMA Katolik Talino Ambawang. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan konselor dalam menangani krisis diwujudkan melalui identifikasi dini permasalahan siswa, pengembangan relasi empatik, komunikasi terbuka, kolaborasi dengan guru dan orang tua, serta integrasi nilai-nilai pastoral dalam proses pendampingan. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan pastoral memperluas fungsi konseling krisis dari sekadar penyelesaian masalah menjadi pendampingan yang mendukung pemulihan psikologis, sosial, dan spiritual siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi konselor dan pengembangan layanan bimbingan dan konseling terintegrasi untuk mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
Copyrights © 2026