Penelitian ini membahas mutu sekolah dari sisi tata kelola sumber daya, terutama pembiayaan pendidikan dan fasilitas pembelajaran. Mutu sekolah dipahami sebagai hasil kerja manajerial yang tampak pada layanan pembelajaran, kesiapan sarana, kedisiplinan, dukungan orang tua, dan capaian peserta didik. Tujuan penelitian adalah menggambarkan kondisi manajemen pembiayaan, fasilitas pembelajaran, dan mutu sekolah, lalu menguji pengaruh pembiayaan dan fasilitas terhadap mutu sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Responden berjumlah 33 kepala SMP di Sub-Rayon 1 Kabupaten Pandeglang. Data diperoleh melalui angket, wawancara, dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan termasuk kategori tinggi. Fasilitas pembelajaran dan mutu sekolah masuk kategori sangat tinggi. Secara parsial, pembiayaan pendidikan memberi total pengaruh 35,5% terhadap mutu sekolah. Fasilitas pembelajaran memberi total pengaruh 37,6%. Secara bersama-sama, dua variabel tersebut menjelaskan 38,5% perubahan mutu sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sekolah dapat diperkuat melalui perencanaan anggaran yang cermat, penggunaan dana yang tertib, pengawasan yang jelas, dan pemanfaatan fasilitas yang sesuai kebutuhan belajar.
Copyrights © 2026