Purpose of the study: Handstand merupakan keterampilan dasar senam lantai yang menuntut integrasi optimal antara kekuatan otot ekstremitas atas, stabilitas sendi bahu, dan kontrol neuromuskular. Keterbatasan bukti empiris mengenai kontribusi spesifik komponen kekuatan otot lengan terhadap kualitas pelaksanaan handstand pada mahasiswa pendidikan jasmani di Indonesia menimbulkan kesenjangan teoritis dan praktis dalam perancangan program pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, menentukan kontribusi, dan merumuskan model prediktif kekuatan otot lengan terhadap kemampuan handstand pada mahasiswa program sarjana pendidikan jasmani. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional prediktif. Sampel penelitian terdiri atas 64 mahasiswa berusia 19–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kekuatan otot lengan diukur menggunakan tes push-up selama 30 detik (reliabilitas test-retest r = 0,89), sedangkan kemampuan handstand dinilai menggunakan rubrik keterampilan senam lantai yang mengacu pada kriteria Federation Internationale de Gymnastique (FIG) 2022–2024 (CVI = 0,92; Cohen’s Kappa = 0,85). Uji prasyarat yang dilakukan meliputi uji Shapiro–Wilk, Ramsey-Reset, dan Breusch–Pagan. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26 pada taraf signifikansi α = 0,05. Results: Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan kemampuan handstand (r = 0,742; p < 0,001; N = 64; IK 95% [0,620–0,833]). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,551 menunjukkan bahwa 55,1% variasi kemampuan handstand dapat dijelaskan oleh kekuatan otot lengan. Ukuran efek tergolong besar (Cohen’s d = 2,21). Persamaan regresi Y = 12,436 + 0,284X mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan kekuatan otot lengan akan meningkatkan skor kemampuan handstand sebesar 0,284 poin (SEE = 3,12). Conclusions: Kekuatan otot lengan merupakan prediktor yang signifikan dan memiliki kontribusi substansial terhadap kemampuan handstand. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan kurikulum dan program pembelajaran senam lantai yang mengintegrasikan latihan penguatan tubuh bagian atas secara progresif sebelum atau bersamaan dengan latihan teknik handstand.
Copyrights © 2026