ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service
Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin

Dari Purifikasi Individual ke Emansipasi Struktural: Rekonstruksi Tazkiyatun Nafs dalam Paradigma Teologi Kritis Berbasis Tauhid

Maldini Qurrotu Aini (Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
Nabila Silviatus Sholehah (Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
Siti happy Sasmyta (Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
Ali Hasan Siswanto (Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

Dalam lanskap kontemporer, studi teologi Islam menghadapi krisis epistemologis yang ditandai oleh ketegangan antara formalisme normatif dan tuntutan transformasi sosial. Sementara itu, tasawuf sebagai dimensi spiritual Islam cenderung direduksi menjadi praktik individual yang terlepas dari dinamika struktural masyarakat. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka teoretis yang secara sistematis mengintegrasikan tazkiyatun nafs sebagai praksis spiritual dengan teologi kritis berbasis tauhid sebagai paradigma analisis sosial. Sebagian besar studi masih bersifat deskriptif atau parsial, sehingga belum mampu menghasilkan sintesis epistemologis yang koheren dan transformatif. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi tazkiyatun nafs sebagai praksis transformatif dalam kerangka teologi kritis berbasis tauhid emansipatoris. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah integrasi antara teologi Islam, tasawuf, dan teori kritis, dengan menempatkan tauhid sebagai prinsip epistemologis pembebasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain library research, melalui analisis hermeneutis-kritis terhadap sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir. Argumen utama artikel ini adalah bahwa tazkiyatun nafs tidak dapat lagi dipahami sebagai purifikasi individual semata, melainkan sebagai proses pembentukan subjek kritis yang mengintegrasikan kesadaran spiritual dan kesadaran sosial. Dalam kerangka ini, tauhid berfungsi sebagai basis emansipatoris yang menegasikan segala bentuk dominasi dan “syirik struktural.” Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi konsep “tazkiyatun nafs transformatif” dan “tauhid emansipatoris” sebagai paradigma baru dalam teologi kritis Islam. Pendekatan ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani dimensi spiritual dan praksis sosial dalam satu kerangka epistemologis yang utuh, serta memperkaya diskursus global tentang hubungan antara agama dan transformasi sosial.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

almustofa

Publisher

Subject

Religion Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Focus of ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research discusses on Islamic education, Islamic studies and information about the results of scientific studies for academics and practitioners in the field of Islamic education both theory and practice, researches of Islamic Education include: the ...