Shell and tube heat exchanger merupakan komponen penting dalam industri yang memerlukan pengendalian suhu yang presisi. Permasalahan utama yang sering terjadi adalah adanya time delay dan gangguan pada proses perpindahan panas, yang menyebabkan respons sistem menjadi lambat dan suhu keluaran tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mesimulasikan sistem pengendalian suhu pada shell and tube heat exchanger menggunakan Model Predictive Control (MPC). Model matematis plant menggunakan pendekatan First Order Plus Dead Time (FOPDT). Parameter MPC ditentukan menggunakan metode tuning dan dioptimalkan melalui variasi nilai Prediction Horizon (Np), Control Horizon (Nc), bobot kesalahan (Q), dan perubahan sinyal kendali (R). Simulasi dilakukan menggunakan Matlab Simulink dan diuji pada skenario setpoint change serta load disturbance. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi parameter optimal Np=55, Nc=3, Q=1, dan R=1,3 mampu menghasilkan respon dengan rise time 106,10 detik, settling time 205,40 detik, overshoot 0%, dan error steady state 0%. Pada pengujian setpoint change kontroler MPC memiliki performa yang baik dalam mengikuti perubahan setpoint dan pada pengujian load disturbance kontroler MPC menghasilkan recovery time sebesar 132 detik untuk gangguan kenaikan beban 10% dan 156 detik untuk gangguan penurunan beban 20% tanpa memicu agresivitas pada sinyal kendali. Dengan demikian, pengendali MPC terbukti efektif dalam menjaga kestabilan pengendalian suhu heat exchanger terhadap variasi beban dan gangguan. Kata kunci—Model Predictive Control, Shell and Tube Heat Exchanger, Pengendalian Suhu, FOPDT, MATLAB
Copyrights © 2026