Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi minyak dedak padi sebagai alternatif minyak isolasi transformator melalui peningkatan kekuatan dielektrik menggunakan proses pemanasan terkendali dan penambahan nanopartikel Aluminium Oksida (Al₂O₃). Serbuk selulosa mikrokristalin ditambahkan sebagai representasi pengotor padat akibat degradasi isolasi kertas pada transformator, sehingga kondisi pengujian mendekati keadaan operasional aktual. Variasi konsentrasi nanopartikel Al₂O₃ yang digunakan adalah 0,1 g/L; 0,2 g/L; 0,3 g/L; dan 0,4 g/L, sedangkan konsentrasi selulosa divariasikan sebesar 0,004 g/L; 0,006 g/L; dan 0,016 g/L. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi Al₂O₃ optimum sebesar 0,2 g/L menghasilkan nilai tegangan tembus tertinggi. Peningkatan konsentrasi di atas nilai optimum menyebabkan penurunan tegangan tembus akibat terbentuknya mekanisme bridging antarpartikel. Penambahan selulosa menyebabkan penurunan tegangan tembus seiring meningkatnya konsentrasi, yang dipengaruhi oleh pembentukan jalur konduktif dan peningkatan kadar air akibat sifat higroskopis selulosa. Meskipun demikian, pada kondisi terkontaminasi selulosa, keberadaan Al₂O₃ masih mampu mempertahankan nilai tegangan tembus agar memenuhi standar SPLN 49 Tahun 1982 untuk minyak isolasi yang telah diolah. Namun demikian, tidak terdapat satu pun perlakuan yang mampu memenuhi batas maksimum kadar air sebesar ≤ 30 ppm sebagaimana dipersyaratkan dalam standar tersebut. Kata kunci: Minyak Isolasi, Minyak Dedak Padi, Nanopartikel Aluminium Oksida (Al₂O₃), Serbuk Selulosa Mikrokristalin, Tegangan Tembus, Kadar Air.
Copyrights © 2026