Tulisan ini membahas hubungan antara agama dan kepribadian manusia dalam perspektif psikologi agama melalui pendekatan kajian pustaka (library research). Fokus utama kajian ini adalah menelusuri bagaimana religiusitas memengaruhi pembentukan diri manusia — baik dari sisi moral, emosional, maupun spiritual. Agama tidak hanya dipahami sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai kekuatan psikologis yang menata arah hidup, mengendalikan perilaku, serta membentuk keseimbangan kepribadian. Melalui telaah atas pemikiran tokoh-tokoh seperti William James, Gordon Allport, Al-Ghazali, dan Ibnu Miskawaih, kajian ini menemukan bahwa pengalaman spiritual dan internalisasi nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk keutuhan diri, kedewasaan moral, dan kesejahteraan psikologis individu. Di tengah tantangan modernisasi dan krisis identitas yang dihadapi manusia masa kini, religiusitas berfungsi sebagai sumber makna dan mekanisme koping yang membantu individu menghadapi tekanan hidup dengan tenang dan berorientasi nilai. Dengan demikian, psikologi agama menawarkan kerangka konseptual yang kaya untuk memahami bagaimana agama berkontribusi terhadap pembentukan kepribadian yang utuh — sehat secara mental, matang secara moral, dan tenang secara spiritual
Copyrights © 2026