Al-Qur’an memiliki nilai estetika tinggi, baik dari aspek teks maupun seni pembacaannya melalui nagham. Salah satu bentuk tilawah yang berkembang adalah nagham mujawwad yang menuntut penguasaan tajwid, teknik vokal, dan maqamat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hambatan yang dihadapi qari dan qariah dalam mempelajari nagham mujawwad di Aceh Barat serta merumuskan solusi peningkatan kualitas tilawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran nagham mujawwad masih berlangsung secara tradisional dan belum terstruktur. Hambatan utama meliputi keterbatasan tenaga pengajar yang kompeten, minimnya fasilitas dan media pembelajaran, keterbatasan waktu dan konsistensi latihan, serta rendahnya pemahaman terhadap urgensi ilmu nagham. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya kualitas tilawah, baik dari aspek teknis maupun estetika. Kesimpulan diperlukan langkah strategis berupa peningkatan kompetensi pelatih, pengembangan kurikulum dan modul yang sistematis, pemanfaatan media digital, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai estetika Al-Qur’an. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembinaan tilawah Al-Qur’an di Aceh Barat.
Copyrights © 2026