Monumen Ketenangan Jiwa (Chinkon No Hi) di Kota Semarang merupakan salah satu bentuk monumen sejarah yang berkaitan dengan peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang dan memiliki potensi sebagai media sejarah publik. Namun, pemahaman masyarakat terhadap fungsi monumen sebagai ruang pembentuk kesadaran sejarah masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Monumen Ketenangan Jiwa sebagai media sejarah publik dalam membangun kesadaran sejarah masyarakat Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal dan buku yang relevan terkait monumen, memori kolektif, dan sejarah publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa monumen berperan sebagai representasi ingatan kolektif, media edukasi sejarah, serta ruang interpretasi sosial yang memungkinkan masyarakat memahami sejarah secara lebih kontekstual dan emosional. Monumen juga berkontribusi dalam membentuk kesadaran sejarah melalui aspek kognitif, afektif, dan internalisasi nilai sejarah dalam kehidupan masyarakat. Kesimpulannya, Monumen Ketenangan Jiwa tidak hanya berfungsi sebagai penanda sejarah, tetapi juga sebagai media penting dalam memperkuat kesadaran sejarah dan identitas kolektif masyarakat Semarang.
Copyrights © 2026