Aktivitas pemotongan bahan makanan pada usaha jasa boga skala kecil dilakukan secara berulang dan manual sehingga berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pisau konvensional terhadap postur kerja serta merancang pisau ergonomis sebagai solusi perbaikan. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri tangan, penilaian postur kerja menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), serta evaluasi usability menggunakan USE Questionnaire. Subjek penelitian adalah satu orang pekerja lansia berusia 55 tahun di ASEAN Chicken, Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penilaian NBM menunjukkan keluhan pada 18 dari 28 titik tubuh dengan dominasi pada pergelangan tangan, bahu, punggung bawah, dan pinggang, sedangkan skor RULA mencapai 6 (kategori sedang) yang mengindikasikan perlunya tindakan perbaikan segera. Perancangan pisau ergonomis ErgoKnife 1.0 berbasis data antropometri tangan pekerja (persentil P5, P50, dan P95) menghasilkan desain dengan fitur anti-slip berbahan Nitrile Rubber, bracket penopang gerakan repetitif, dan talenan geser untuk efisiensi kerja, yang terbukti meningkatkan skor usability dari 2,93 menjadi 5,73 atau setara peningkatan 95,6%. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan evaluasi ergonomi yang mengintegrasikan NBM, RULA, dan USE secara simultan menghasilkan rekomendasi desain alat yang lebih komprehensif dan terukur.
Copyrights © 2026