Makalah ini membahas sintesis antara nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah dengan ajaran kasih dalam teologi Kristen. Huma Betang merupakan simbol kehidupan bersama yang mengandung nilai kesetaraan, kebersamaan, toleransi, kejujuran, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman masyarakat Dayak dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Dalam kajian teologi kontekstual, model sintesis digunakan untuk menghubungkan pengalaman budaya lokal dengan ajaran iman Kristen sehingga budaya tidak dipandang bertentangan dengan iman, melainkan sebagai sarana penghayatan iman yang kontekstual. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Huma Betang memiliki hubungan erat dengan ajaran kasih Kristen, seperti kasih yang inklusif, pelayanan, persaudaraan, dan damai sejahtera. Penerapan sintesis kedua nilai tersebut tampak dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah melalui sikap toleransi antaragama, musyawarah, gotong royong, pelayanan sosial gereja, serta dialog antarumat beragama. Dengan demikian, integrasi nilai Huma Betang dan teologi Kristen mampu memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang damai, adil, harmonis, dan penuh kasih di tengah masyarakat plural. Kata Kunci: Huma Betang, teologi kontekstual, kasih Kristen, masyarakat Dayak. Abstrack This paper discusses the synthesis between the cultural values of Huma Betang of the Dayak community in Central Kalimantan and the teachings of love in Christian theology. Huma Betang is a symbol of communal life that embodies the values of equality, togetherness, tolerance, honesty, and mutual cooperation. These values serve as guidelines for the Dayak people in building a harmonious life amidst religious, ethnic, and cultural diversity. In the study of contextual theology, the synthesis model is used to connect local cultural experiences with Christian teachings so that culture is not viewed as contradictory to faith, but rather as a medium for contextualizing faith. This study shows that the values of Huma Betang are closely related to Christian teachings of love, such as inclusive love, service, brotherhood, and peace. The application of the synthesis of these values can be seen in the daily lives of the people of Central Kalimantan through interreligious tolerance, deliberation, mutual cooperation, church social services, and interfaith dialogue. Therefore, the integration of Huma Betang values and Christian theology is able to strengthen Dayak cultural identity while fostering a peaceful, just, harmonious, and loving society within a pluralistic community. Keywords: Huma Betang, contextual theology, Christian love, Dayak community.
Copyrights © 2026