Operator mesin jahit di F-Project Bandung sering mengeluhkan kelelahan kerja, yang ditandai dengan nyeri punggung dan kelelahan otot mata. Selain itu mereka harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat akibat pemesanan yang banyak. Hal tersebut dapat menyebabkan beban kerja tinggi yang dapat menimbulkan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja dan kelelahan kerja serta pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja pada operator mesin jahit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanasif dengan subjek 15 operator. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan Cardiovascuar Load (CVL) untuk beban kerja dan kuesioner Industrial Fatigue Reseach Committee (IFRC) untuk kelelahan kerja. Data penelitian dianalisis menggunakan uji hipotesis (uji t parsial) dengan mengguakan software SPSS. Berdasarkan hasil pengolahan data, uji t parsial variabel beban kerja terhadap kelelahan kerja didapatkan nilai t hitung > t tabel, yaitu 9,482 > 2,160 dan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti variabel beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja pada operator mesin jahit di F-Project Bandung. Hasil uji determinasi (R2) sebesar 87,4% menunjukkan bahwa beban kerja memberikan kontribusi yang besar terhadap kelelahan kerja pada operator mesin jahit.
Copyrights © 2026