Masjid Al-Imtizaj Bandung merupakan bangunan religius yang menggabungkan elemen arsitektur Islam dengan budaya Tionghoa sehingga menghasilkan karakter visual yang unik. Terletak di kawasan komersial Braga City Walk yang padat aktivitas, masjid ini menghadapi tantangan dalam mempertahankan fungsi utamanya sebagai ruang ibadah yang nyaman dan khusyuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas desain arsitektur Masjid Al-Imtizaj berdasarkan fungsi, tata ruang, dan pengalaman pengguna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Criticism untuk mengkaji hubungan antar elemen desain, meliputi fungsi ruang, sirkulasi, bentuk, material, pencahayaan, dan konteks lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid ini memiliki identitas visual yang kuat dan mampu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama pada kualitas akustik ruang shalat dan kenyamanan ruang transisi. Secara keseluruhan, desain masjid telah memenuhi fungsi utamanya sebagai tempat ibadah meskipun menggunakan pendekatan non-konvensional.
Copyrights © 2026